Literasi Informasi adalah sebuah kemampuan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan, mengerti bagaimana sumber diorganisir, familiar dengan sumber yang menyediakan, memiliki pengetahuan dan teknik yang biasa digunakan untuk mencari informasi. Termasuk di dalamnya kemampuan untuk mengevaluasi dan menggunakan secara efektif dalam pemanfaatan teknologi sebagai transfer informasi kepada orang lain.

Alasan mengapa kita wajib menguasai Literasi Informasi adalah mampu menyadari kebutuhan informasi penting dalam proses belajar mengajar dan sosialisasi, memiliki keterampilan mengidentifikasi informasi, cakap mengintegrasikan informasi yang didapat, bisa mengevaluasi informasi secara kritis, mampu mengorganisasikan atau memetakan informasi sesuai dengan kebutuhan, dapat menyaring sumber informasi yang tepat, serta pandai dalam memanfaatkan informasi.

Manfaat Literasi Informasi

Manfaat Literasi Informasi antara lain dapat memerhatikan sumber yang terpercaya, menggunakan medium dalam menyampaikan informasi, mampu mengolah informasi menjadi solusi, serta dapat menajdi cara melatih kemampuan pola berpikir. Terdapat berbagai Model Literasi Informasi, diantaranya The Big 6, The Seven Pillar of Information Literacy, Empowering 8, Bruces’s Seven Faces of Information Literacy, dan McKinsey Model. Kemudian terdapat juga berbagai jenis Literasi Informasi yaitu Literasi Visual, Media, Komputer, Jaringan, Kultural. dan Digital. Di era modern ini, kita sering kali masih terpapar hoax, seperti sumber dan medianya tidak jelas identitasnya, pesan yang tidak mengandung unsur 5W+1H, meminta informasi tersebut disebarluaskan, dan informasi hoax tersebut dibuat untuk menyasar ke kelangan tertentu. Terdapat 6 MIS dan Disinformasi antara lain Satire atau Parodi, Konten yang Menyesatkan, Konten Tiruan, Palsu, Clickbait, dan Konten yang dimanipulasi.

Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Untuk mengetahui apakah konten tersebut benar atau tidak, kita dapat mengecek faktanya di beberapa website seperti Google, Yandex. Bing, Wikimapia, DuckDuckGo, TinEye, Internet Archive, Cek Fakta, dan masih banyak lagi. Untuk menangkal informasi yang salah atau hoax tersebut, kita dapat memilih sumber informasi dan media yang verified. cross check di web fact checker seperti yang telah disebutkan diatas, mewaspadai hoax lama yang kembali diperbincangkan, serta melatih berpikir kritis.

Author

People who rarely talk a lot like coding the most. As a Blog Writer, he loves to share articles on general material.

Write A Comment